Tips Mandiri Secara Finansial Bagi Wanita yang Sudah Menikah

Mandiri secara finansial saat sudah menikah? Mungkinkah? Jawabannya : mungkin. Bahkan, sangat mungkin. Banyak wanita yang sudah melek finansial saat sebelum menikah dan tinggal melanjutkannya saja saat sudah menikah.

Namun, Hari Kartini 21 April kemarin membuat saya tersadar, bahwa masih banyak wanita yang bahkan belum melek keuangan padahal sudah menikah dan punya anak. Hal ini menyebabkan banyak tujuan keuangan terbengkalai, bahkan cash flow keluarga selalu negatif (pengeluaran > pemasukan).

Fakta ini terjadi bahkan di lingkungan saya sendiri. Kalimat “ah nanti juga ada rezekinya” kadang bisa menjadi bumerang yang siap menyerang kita jika kita tidak bersiap akan berbagai kemungkinan yang datang.

Pandemi yang muncul tahun lalu adalah salah satu kemungkinan yang tidak kita sangka sangka. Jujur, pandemi juga mempengaruhi kondisi keuangan keluarga saya dan mungkin ribuan keluarga lainnya di luar sana. Ada yang terombang ambing, ada yang jatuh kemudian bertahan, ada juga yang jatuh dan sampai sekarang masih berjuang untuk bangkit.

Karenanya, kita harus siap, harus paham, dan harus belajar jika belum paham.

Makna Mandiri Secara Finansial

Mandiri secara finansial dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam menghasilkan dan mengelola keuangannya sehingga tujuan keuangan tercapai. Sebelum menikah, wanita hanya wajib mengelola keuangannya sendiri. Saat sudah menikah, kewajiban bertambah karena bisa saja suami menjadikan istri sebagai manajer keuangan keluarga.

Mengatur keuangan keluarga tidak sesederhana kelihatannya, perlu kemampuan negosiasi dan komunikasi yang baik karena berkaitan dengan hubungan suami istri. Tidak jarang masalah keuangan menjadi salah satu bibit pertengkaran pasutri yang tidak terelakkan. Pertengkaran tersebut harus dihindari dan digantikan dengan negosiasi yang mumpuni terhadap suami.

Selain mengelola keuangan keluarga, wanita yang sudah menikah juga dapat ikut andil dalam pengambilan keputusan terkait tujuan keuangan keluarga. Hal ini salah satu indikator mandiri secara finansial bagi wanita yang sudah menikah.

6 Tips Mandiri Secara Finansial untuk Wanita yang Sudah Menikah

Menyadari pentingnya mandiri secara finansial untuk wanita, saya ingin membagi sedikit pengetahuan saya alias tips yang wajib kalian coba!

Ada 6 tips yang bisa kalian coba secara berurutan, artinya tidak boleh lompat dari nomor 1 ke nomor 5. Jadi, harus berurutan agar tidak salah langkah di kemudian hari ya! 🙂

1. Punya Penghasilan

Tentu saja sebelum mengelola keuangan, wanita harus menghasilkan uang terlebih dahulu. Memiliki penghasilan, baik sebagai pekerja kantoran, laba bisnis, ataupun freelance dapat membuat wanita memenuhi kriteria mandiri secara finansial.

Seorang wanita yang mandiri secara finansial harus memiliki penghasilan agar mampu:
● memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari
● memenuhi kebutuhan mendadak
● menanggung risiko finansial yang mungkin terjadi
● mempersiapkan kebutuhan di masa mendatang.

Ilustrasi Ibu Bekerja

Jika kebutuhan sehari hari dan kewajiban lainnya masih ditanggung suami, penghasilan istri bisa dijadikan “sekoci” atau dialihkan ke tujuan keuangan keluarga lainnya.

2. Buka Tabungan Dana Darurat

Hal pertama yang harus dilakukan setelah memiliki penghasilan adalah menabung dana darurat. Dana darurat adalah dana yang hanya bisa dipakai dalam keadaan darurat, misal PHK, anggota keluarga sakit, atau kejadian mendesak yang tidak terduga.

Ilustrasi Dana Darurat

Besaran dana darurat untuk keluarga yang sudah menikah sekitar 6x pengeluaran bulanan. Jika sudah memiliki anak, besaran dana darurat menjadi 9x – 12x pengeluaran bulanan keluarga termasuk kewajiban utang dan kebutuhan sehari hari.

Syarat tabungan dana darurat adalah likuid, artinya mudah dicairkan dalam keadaan darurat sekalipun. Hindari menyimpannya dalam bentuk investasi tanah, rumah, dan barang-barang non likuid yang sulit dicairkan.

3. Memiliki Proteksi Diri atau Asuransi

Wanita yang melek finansial pasti sadar betul pentingnya “mengamankan” keluarga beserta aset keluarga yang sudah susah payah dikumpulkan. Proteksi diri sangat penting, terlebih untuk pencari nafkah utama.

Jika suami dan istri sama sama bekerja, alangkah lebih baik keduanya memiliki proteksi diri masing-masing, baik dalam bentuk asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa.

Ilustrasi Proteksi Kesehatan dan Jiwa

Namun, sayangnya edukasi asuransi di masyarakat masih kurang dibandingkan edukasi dana darurat dan investasi. Banyak masyarakat yang masih ragu karena tidak tahu premi asuransi bisa sangat terjangkau dengan manfaat yang maksimal.

Asuransi Bebas Handal

Apa sih Asuransi Bebas Handal? Saya baru tau info ini minggu lalu dan gak sabar berbagi dengan kalian karena ini worth it banget! Jadi… dengan premi mulai dari 75 ribu per bulan, Asuransi Bebas Handal ini menawarkan manfaat yang maksimal menurut saya, di antaranya:
● manfaat rawat inap
○ biaya kamar
○ biaya dokter
○ biaya obat-obatan
● perawatan setelah rawat inap
● biaya tindakan bedah

Asuransi Bebas Handal ini bisa kalian beli secara online di ifwd.co.id dijamin cepet, gampang, no ribet ehehe. Oiya, Asuransi Bebas Handal ini manfaat tahunannya bisa mencapai Rp 100 juta dan termasuk dalam produk asuransi syariah juga.

Di masa pandemi ini, FWD Insurance juga memiliki Manfaat Khusus Covid-19 tanpa tambahan biaya apa pun untuk seluruh nasabah aktif maupun yang baru bergabung selama periode 1 – 30 April 2021. Manfaat Khusus Covid-19 ini mencakup Manfaat Khusus Isolasi Mandiri (Isoman) serta pengobatan selama masa isolasi mandiri.

FWD Critical Armor

Siapa sih yang menyangka akan terserang penyakit kritis? Biaya pengobatannya pasti akan menguras dana darurat dan semua aset yang dipunya. Nah, agar terhindar dari rasa khawatir dari tingginya biaya perawatan penyakit kritis, FWD Insurance juga punya produk FWD Critical Armor yang dapat dibeli melalui jalur keagenan.

Selain mendapatkan manfaat meninggal dunia, nasabah juga akan dibebaskan dari kewajiban membayar premi sejak pertama kali didiagnosa penyakit kritis mayor dan 100% premi yang telah dibayarkan akan dikembalikan jika tidak ada klaim hingga akhir masa perlindungan. No worries club pokoknya.

Asuransi ini menanggung hingga tiga kali penyakit kritis major dan satu kali penyakit kritis minor dengan total manfaat 420% dari uang pertanggungan. Besar banget ya total manfaatnya.

Informasi lainnya bisa kalian temuin di Instagram FWD atau bisa langsung Download FWD Max

4. Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Salah satu tujuan keuangan banyak keluarga yang sudah disiapkan sejak dini adalah dana pendidikan anak. Siapa sih yang gak mau kasih pendidikan terbaik buat anak-anaknya? Terlebih bagi seorang ibu.

Ilustrasi Dana Pendidikan

Namun, biaya pendidikan yang selalu naik kurang lebih 10-15% setiap tahun ini perlu perencanaan matang. Menyiapkan dana pendidikan anak sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan tempat menyimpan dana dan jangka waktu dana disimpan.

5. Memahami Pentingnya Investasi

Investasi menjadi jalan ninja banyak orang untuk menggandakan uang. Namun, perlu ilmu yang tidak sedikit jika ingin “uang bekerja untuk kita”. Wanita yang mandiri secara finansial juga harus selalu belajar dan update perkembangan investasi terkini agar tidak menyesal di kemudian hari.

Jangan impulsif dan menaruh dana di satu tempat dalam jangka waktu pendek. Pertimbangkan tujuan keuangan dan jangka waktu agar selalu tepat menentukan tempat investasi.

Ilustrasi Investasi

6. Menyiapkan Dana Pensiun

Sebagai seorang istri dan ibu, wanita tidak mungkin bekerja secara terus menerus. Bahkan mungkin banyak di antara wanita karier yang memilih pensiun dini karena berbagai macam kondisi.

Karena itulah, dana pensiun juga wajib disiapkan. Dana pensiun bisa disiapkan dalam jangka waktu yang panjang. Pilihlah instrumen investasi seperti saham atau reksadana campuran sebagai tabungan dana pensiun karena dua jenis investasi tersebut cocok dalam jangka waktu panjang.

Ilustrasi Dana Pensiun

Itulah 6 kriteria wanita mandiri secara finansial. Kurang lebih sama seperti piramida keuangan yang selama ini kita tahu. Teori keuangan memang bisa kita pelajari, tetapi yang menentukan adalah bagaimana kita mempraktekkannya di kehidupan nyata.

Semangat para Kartini Indonesia! Kalian pasti bisa mandiri secara finansial dan membangun keluarga yang bebas worries khususnya dalam hal keuangan.

Semoga postingan ini bermanfaat dan sampai ketemu di postingan selanjutnya ya!

Recommended Articles

2 Comments

  1. Investasi selagi muda perlu juga ya untuk masa tua nanti. Apalagi dana darurat juga perlu. Aku sendiri meskipun masih belum berkeluarga juga sudah mempersiapkan kebutuhan seperti ini

    1. Dana darurat penting banget mbak, semoga bermanfaat ya tips ini 😁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *